Jadi, Musuh Terkuat Itu ?

Pada jaman dulu, hiduplah seorang anak muda.
Dia kuat, hebat, pemberani. Bahkan tidak ada satu orang yang pun yang bisa mengalahkan dirinya sendiri. Akbiat kehebatannya itu,anak muda itu selalu menyombongkan dirinya dan selalu berkuasa atas mereka yang lemah. Sampai pada suatu hari, ada kabar yang mengatakan ada orang tua yang tinggal di suatu lembah adalah orang yang paling kuat melebihi anak muda itu. Akhirnya anak muda yang sudah merasa sombong karena kekuatanya itu terpancing dan ingin menentang orang tua itu. Dia bertanya kepada semua orang tentang pria tua itu dan juga mencari jalan menuju lembah dimana pria tua itu berada. Sampai akhirnya dia menemukan tempat pria tua itu tinggal, dan tanpa ragu-ragu anak muda itu langsung masuk dan menemui pria tua itu.
Setelah bertemu pria tua itu, lalu anak muda itu berkata,
“Jika kau memang yang paling kuat di sini, hadapilah aku”
Dengan santainya orang tua itu hanya mengelus janggutnya dan berkata dengan tenang.
“Kau yakin bisa melawanku ? Sebelumnya pergilah terlebih dahulu ke sebuah bukit di seberang sana. Di sana kau akan menemukan sebuah rumah dimana kau akan menghadapi musuhmu. Jika kau yakin sudah mengalahkannya, barulah kau boleh melawanku.”
Akhhirnya anak muda itu berangkat ke bukit yang sudah di katakan oleh orang tua tadi.
Akhirnya sampailah anak muda itu di sebuah bukit, dan dia menemukan sebuah rumah besar.
Tanpa ragu, pria itu masuk ke dalam itu, tapi dia tidak menemukan siapapun di dalam ruangan itu.
Hanya ada cermin yang mengelilingi seluruh sisi bagian rumah tersebut.
Ahh, tumben ya gue malah bikin cerita seperti ini~
Untunglah adegan cerita ini engga pake elang yang mau berangkat ke mini market.
Ya mungkin gitu ya, kadang orang suka sombong, dan merasa paling hebat karena engga ada yang bisa ngalahin dia ?
Tapi pernahkah mereka ‘bercermin’ ? Melihat sesuatu yang tersembunyi, yang merupakan musuh paling dari orang kuat itu sendiri ?
Terkadang orang yang terlalu sombong dan merasa hebat seperti itu tidak menyadari bahwa kesombongan dan rasa hebat mereka itu sendiri yang nantinya akan jadi penghalang apa dan siapa dia nantinya di masa depan.
Manusia menghabiskan waktu seumur hidupnya mencari musuh terkuat untuk di kalahkan, namun dia lupa terkadang musuh terkuat, terpintar dan tercerdik adalah dirinya sendiri, karena manusia tak akan pernah memandang rendah dirinya sendiri.
Jadi sebenarnya musuh terkuat kita ya diri kita sendiri~
Jadi, sudah kah anda bercermin ?

Iklan

6 thoughts on “Jadi, Musuh Terkuat Itu ?

  1. ccaa 17 Februari 2012 pukul 00:34 Reply

    nice story yoo 🙂
    memang betul, diri sendiri itu lawan paling hebat yang paling ga bisa kita duga 🙂
    terkadang dia bisa jadi penyemangat tapi d lain waktu bisa saja menjadi sponsor dari sikap pesimis kita 😀
    berteman dgn diri sendiri dulu kali yah,baru hebat X)

    • Racoonmaccon 18 Februari 2012 pukul 00:34 Reply

      ahh terimab kasih 😀
      setuju setuju.
      jadi jangan sombong dulu kalo berasa hebat, coba kalahin dulu tuh diri sendir 🙂

  2. elfarizi 18 Februari 2012 pukul 00:34 Reply

    Kalau gue bercermin, seolah ngelihat idola sendiri … Brad Pitt gitu loh. Wah, bangganya! Tapi, gue sadar si Brad Pitt itulah musuh terbesar gue. Ya, sudah … pecahkan saja kacanya. Biar ramai, biar gaduh sampai gaduh #AADC 😐

    • Racoonmaccon 18 Februari 2012 pukul 00:34 Reply

      wahh, ini sudah pasti salah, jelas salah banget.
      Antara mata anad atau cermin anda yang salah ini ?
      jangan2 itu cerminnya kw ya ? coba cek lagi deh ._.”
      #kecapABC

  3. Eko Wardoyo 18 Februari 2012 pukul 00:34 Reply

    wah betul banget tuch – mengalahkan diri sendiri, berantem pake emosi saya jagonya

    berantem sama emosi gimana caranya 😦

    terima kasih infonya bang d(^o^”)

    • Racoonmaccon 18 Februari 2012 pukul 00:34 Reply

      iya bang, mulai sekarang ayo kalahin diri sendiri dulu 😀
      belajar buat bersabar juga tuh :mrgreen:

      oke, sama-sama 😀

Berkomentarlah, selama itu masih gratis

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: