Nasi Sudah Menjadi Bubur ? Tenang.

Tenang, tulisan kali ini bukan tentang resep masakan ataupun mau ngebahas chef juna kok. Bukan juga tentang super bubur ataupun tentang tukang bubur naik haji, jika kalian mengira tulisan kali ini bakal ngebahas tentang yang saya sebutkan tadi.. Kalian salah.
Karena barang siapa yang salah mengira tentang isi tulisan saya karena hanya menebak tulisan saya dari sebuah judul maka akan dikenakan sanksi untuk menjadi fans saya seumur hidup. Sekian.
Nah karena saya hari ini akan ngebahasa tentang peribahasa.. Entahlah si peribahasa ini siapanya si perikanan ataupun ada hubungan dekat dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, entalah, saya tidak tahu.
Jadi berhubung ini tentang nasi dan bubur, apakah harus saya beli beras dulu terus saya masakin jadi nasi baru deh di lanjutin jadi bubur, biar mempermudah penjelasan saya nanti. Ya biar tidak ada kesalah pahaman di antar kita. Halah.
Tapi berhubung saya anak kos, jadi ga mau beli beras ah, mending beli mi aja, kan lumayan. Behh, teteuuuppp.
Ya ga apa-apa kan, biarkan saja dunia tahu bahwa saya ini ANAAAKKKK KOOSSSSS….. Yang lucu.
Ehm maaf sudah jauh dari topik. Tapi bukan topik hidayat. Juga bukan topik saya bundar. Krik..

Ya hampir setiap orang sudah tau kan istilah nasi telah menjadi bubur. Kalo ada yang ga tau sih, coba cek dulu apa and itu orang atau bukan. Kalaupun anda itu orang, apakah anda itu orang waras atau orang gila. Walaupun waras juga, apakah anda itu waras hati atau.. Hmmm itu laras, bro. Laras 008 maksudnya ? Loh bukannya laras itu yang tadi mau kita masak jadi nasi? Oke cukup.

Ayo kita serius. Loh serius itu bukannya yang.. OKEE CUKUPPP.
Jadi gini.. Kadang saya melihat orang-orang di sekitar dan bahkan saya sendiri juga merasakan yang kadang merasa jatuh, gagal dan semuanya ga bisa di apa-apain lagi, ya dalam segala hal sih, dan tepat banget nih kalo di paskan sama peribahasa ‘nasi telah menjadi’ bubur ini. Tapi kalo ada suatu saat nati ada di temukan pengubah bubur menjadi nasi, peribahasa ini terpaksa harus di hapus.
Tapi kalo mesin itu ada, sama aja kaya ‘coba kalo ada mesin buat memperbaikin masa lalu ya’.
Jadi ya yang namanya masa lalu dan bubur ya sama-sama ga bisa di balikin, kan ?
Tapi kalo masa lalu, tenang, kita masih bisa kok belajar dan ga ngulangnya lagi, demi kebaikan kitanya juga nanti.
Nah kalo bubur gimana ?
Hmmm.. Nasi telah menjadi bubur ? Tenang. Semuanya udah di siapin seledri, daun bawan, kecap, kacang, bawang goreng, dan bahkan ayamnya.
Ya, semuanya sudah ada kok di siapin tinggal bagaimana kita membenah dan ngenyusunnya aja.
Jadi jangan pernah ngerasa jatuh atau paling terbawah ya.
Oh iya, kalo kalian gabisa ngebanah atau nyusun untuk buburnya, boleh kok nanya tukang bubur atau chef juna.

Iklan

Berkomentarlah, selama itu masih gratis

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: