Menikmati Senja

Bayangkan seorang anak kecil lucu, lucu, dan lucu. Sebut namanya Mario.
Saat itu Mario kecil masih kelas 2 SD. Dia sedang bermain bersama kedua sepupunya, Eva, kelas 3 SD dan juga Adam, kelas 5 SD.
Sore hari, dan saat itu sedang musim-musimnya banjir. Memang tidak dalam, tapi banjirnya menutupi jalan dan tinggi airnya selutut orang dewasa ( Selutut orang dewas itu ukuran orang Indonesia kalau di tanyai kedalaman banjirnya ). #It’sTrueBro ( “–)Tapi itu cuma di beberapa tempat, jika jauh ke pesar sana, kedalamannya semakin tinggi. Rumah Eva dan Adam memang tepat berhadapan dan jalan di depan rumah terkena banjir. Membuat saya.. Ehhm, lebih tepatnya kami. Tertarik untuk bermain bersama. Sore itu di lewati dengan tawa bersama dimana saya dan Adam bermain air tanpa baju dan Eva lebih memilih mengambil sabun dan sikat untuk membersihkan baju kami, tapi tetap.. Sambil ikut main. ( .___.)

Ya, kami bermain sambil menikmati senja.

Itu sih pengalaman yang paling saya ingat di antara ribuan kenangan kami bersama. Cieee bersama.
Soalnya, karena umur kami yang ga jauh jaraknya, makanya kami bisa sedekat itu.
Tapi ketika masuk kami SMP dan Adam sudah SMA kita masih kumpul-kumpul kok, tapi ya ga sambil mandi banjir juga sih.

Lanjut pas Adam sudah kelas 3 SMA, Eva masuk kelas 1 SMA dan sayaaaaaa sendiri yang masih kelas 3 SMP (‾~‾“)
Ya, semua udah jarang ngumpul. Paling kalau ada acara-acara keluarga gitu aja. Sekarang sudah mulai fokus ke kegiatan dan teman masing-masing.
Sampai saatnya Adam kuliah. Sudah ada yang berkurang.
Eva kuliah. Semakin berkurang.
Hingga saya sendiri, menyepi di sini. *guling-guling di trotoar*
Sampai akhirnya saya juga kuliah, yeeeaaahhhhhh  \(´▽`)/
Ternyata kami kuliah di kota yang sama.. Ga ada bedanya. Eh tapi ada kok, kami semua jarang ketemu ( .___.)
Adam ngekos, Eva ikut tempat kakeknya, dan saya gelindingan di pinggir jalan ngontrak rumah sama teman pas SMA dulu, Yuda.
Sekarang ketemu pun jarang, paling-paling Eva yang kadang datang ke tempat saya, itu pun ga bawa makanan. Jahat kan.

Wussshhhhhh.. Waktu pun terus berlalu hingga 26 April,. 2013. Tepatnya kemaren. Susah banget jelasin pake segala waktu berlalu. ( “–)
Jadi, sore itu saya dan Yuda lagi fokus sama lubang hidung masing-masing, maksudnya sama layar laptop masing-masing.
Tiba-tiba hp saya berbunyi, eh ada sms Eva ngajakin ke tempat Adam.
Ternyata keluarga mereka Adam datang gara-gara hari Sabtunya Adam sudah mau wisuda.
Ternyata.. Saudara sudah mau wisuda, saya tetap ga tau. ( .___.)
Ya tanpa pikir panjang, setelah Eva selesai uts, kita berangkat. Tapi sambil pelan-pelan gara-gara sambil nyari jalan nyaris kos nya. Tuh kan kos sodara sendiri sampai ga tau. ( “–)
Karena jalan ke tempat Adam lagi perbaikan, terpaksa saya ngiringin Eva dari belakang, takutnya jatuh. Itulah ribetnya kalo sama cewe. Now i know that feel, bro. ( “–)

Pas sudah sampai, kami berdua Eva di suruh masuk.
Ya iya lah, masa di suruh keluar.
Ehh tau-tau pas salaman sama om, eh kami dua Eva di kasih duit. Ya ga bisa nolak juga sih. HAHAHAHA.
Terus waktu itu saya ngomong dalam hati, Tuhan itu benar-benar bersama mahasiswa yang sengsara di akhir bulan. Thank’s God. :’)
Tapi pas sampai di sana, si Adamnya belum pulang, dia masih latihan sama teman-teman di aula kampus buat besok.
Ya kami dua Eva akhirnya ngobrol-nbgobrol sama om sama tante, maksudnya enya sama babe nye Adam, terus sama ade-adenya Adam juge.
Ada Curi juga, sepupu Adam. Ga tau juga kenapa nama panggilannya mesti gitu. ( ‘–)
Ada si Ndut juga, yang bawain mobil. Jangan tanya saya juga kenapa dia di panggil gitu ya.
Tapi kan mereka mau pergi keluar tuh, ya jadi sisa saya, Eva sama Curi yang ngobrol sampai akhirnya Adam datang.

Waktu itu udah sekitar jam setengah lima’an ya.Kita ngobrol banyak, dan ketawa bareng kaya dulu lagi.
Cuma dulu yang di bahas itu ya omongan anak kecil. Sekarang yang di omongin ya mata kuliah lah, IP, cumlaude dan semua yang berbau kuliah. Saya tetaplah yang paling kecil, di tengah pembicaraan mereka cuma saya sendiri yang jadi tukang tanya karena saking polos dan ga tau apa-apanya ( .___.)

Akhirnya.. Kami menikati senja bersama.
Jujur saya juga merindukan dimana kami bisa kumpul kayagini lagi. Cieee pake merindukan segala ( “–)
Memang sih kami bisa kumpul kaya dulu lagi.. Tapi umur, gaya bahasa dan yang kami bahas sudah jelas berbeda. Yang pastinya juga udah ga sambil mandi banjir lagi
Sama seperti kami berkumpul dulu, sambil menikmati senja.
Kami bisa berkmpul bersama lagi menikamati senja, walaupun ini bukan senja yang sama seperti dulu. Setidaknya kami bisa berkumpul, dan menikmatinya bersama.

Tapi saat pulang, saya harus tetap balik ngiringin Eva. ( “–)

Iklan

8 thoughts on “Menikmati Senja

  1. indarmeliananursin 28 April 2013 pukul 00:34 Reply

    boleh aja kalau masih pengen mandi banjir 😀

  2. yellowsfellows 28 April 2013 pukul 00:34 Reply

    Cie merindukan akhirnya bisa kumpul lagi 😀

    • Mario Christian 28 April 2013 pukul 00:34 Reply

      Iya nih, soalnya udah laaaamaaaaaaaaaa ga kumpul-kumpul gitu ヽ(`∀´)ノ

  3. duniaely 28 April 2013 pukul 00:34 Reply

    kebayang saat menikmati senja bersama sama itu 😛

  4. graceblackmaria 11 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

    kok daritadi yang kubaca perasaan curhatan hati kecil Rio haha

    • Mario Christian 13 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

      Karena menulis dengan hati itu lebih greget ( .___.)

Berkomentarlah, selama itu masih gratis

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: