Guru Kecil

Halooooo.
Setelah hari ini bangun siang dan melewatkan satu mata kuliah di pagi hari,dan bahkan di tambah dengan kalah telaknya Barcelona, saya masih tetap hidup kok. *usap air mata*
Ya, bangun pagi.. Maaf, bangun siang..Dengan berteman laptop di sebelah saya, sisa kulit kacang yang menumpuk bekas tadi malam dan botol minuman teh bersoda tergeletak dengan indahnya menghiasi ruangan hari ini. Ruangan rumah kami semakin berseni. Saya lupa kapan terakhir kalo saya dan Yuda membersihkan rumah. Saya juga bingung, kenapa rumahnya ga mau bersihin diri sendiri, padahal di sudah besar, udah tau diri, tapi masih aja minta di bersihin.Hufftttt.
Nah,berhubunga awal bulan.. Yeah, i can feel the spirit of awal bulan,mengebu-gebu dan penuh, sepenuh dompet ini.( .___.)
Nah, inti dari tulisan saya di atas ga ada hubungannya dengan yang akan saya tulis berikut ini.
Kenapa ga ada hubungannya ?
Ya terserah saya lah,ini kan tulisan saya.
Jadi jika kalian masih membaca tulisan ini sampai sini, sia-sialah kalian, detik-detik berharga kalian terbuang begitu saja, semua tak akan kembali sama seperti perasaan yang sudah di kecewakan. Eaaaaaa.

Jadi,tadi sore pas saya dan Yuda singgah ke sebuah tempat makan.
Ya, setelah akhir bulan kami cuma bisa makan di rumah, awal bulan membawa perubahan yang baik, sekarang kami bisa makan di luar. Itulah kadang kenapa saya lebih mencintai awal bulan dari pada kalender tanpa tanggal merah di di dalamnya. Eh kalo itu juga semua orang pasti ga suka ya.( “–)
Tadi kami ngeliatin seorang Ayah muda sedang makan bakso di temani anaknya yang super aktif dan penuh pertanyaan yang keluar dari mulutnya. Anaknya cowo, sekitar 6 7 tahunan gitu, banyak bicara juga.
Saya memang termasuk suka anak-anak kecil, tapi saya bukan pedofil.( “–)
Saya menemukan sebongkah kesenangan melihat anak kecil yang aktif dan banyak tanya, suatu saat saat juga saya bakal jadi Ayah muda dan punya anak-anak lucu, tentu saja dari istri yang lucu. \(´▽`)

Anak kecilnya yang tadi penuh semangat dan senyumnya lucu, tapi masih lucuan saya ya ( “–)
Dia juga main kipas angin yang ada di situ, di teriak aaaaaaaaa gitu di depan kipas. Ternyata, semua anak-anak pas kecil pernah ngelakuin itu ya.
Pas liatin anak kecil, saya jadi mikir kenapa mereka bisa selucu itu ya ? Pasti Tuhan sangat suka anak-anak kecil,buktinya pas kita lahir pasti kita mulai dari bayi dan anak-anak, ga pernah kan kita lahir langsung gede dan kumisan. ( .___.)
Tapi saya iri, saya mau punya kepolosan dan rasa ingin tahu seperti anak kecil.
Maksudnya, dia terus bertanya tanpa malu, yup, itu karena dia terus bertanya karena ingin tahu.
Entah apa yang merasuki pikiran kita saat proses pendewasaan hingga  saat dewasa kita tidak se-ingin tahu waktu kita kecil. Sepertinya semakin dewasa, badan makin besar tapi rasa ingin bertanya makin kecil ya.
Bahkan imajinasi, semangat dan rasa penasaran anak kecil itu sangat besar.
Ini semua menguatkan teori saya ya kalo makin besar badan makin kecil ya semuanya, iya, semuanya.( “–)
Untuk menyayangi dan mencintai,anak kecil ga pernah malu bahkan ga berharap timbal balik.
Saya juga setuju anak kecil bisa menjadi guru besar untuk kita.

Saya jadi punya kata-kata, gini nih
Guru hidup sebenarnya adalah orang yang sebenarnya tidak tahu apa itu hidup.
 #QuotesMarioHariIni
Kalau gitu saya juga pernah jadi guru buat orang-orang dong ?
Tapi perasaan saya dulu pas masih kecil cuma bisa ngupil deh. ( .___.)
Wah, ngomong-ngomong quotes saya hebat ya ? Iya’in aja deh ya.

Iklan

2 thoughts on “Guru Kecil

  1. arip 4 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

    Keren aja lah quote-nya soalnya sama barcelonista ini. :mrgreen:

    • Mario Christian 7 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

      Wah nemu lagi satu fans barca 😀
      visca barca. Hihihihi.

Berkomentarlah, selama itu masih gratis

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: