Yuk, Mengenal Apa Itu Tokusatsu

Hooooyyyyyy.
Mungkin masih rada asing sama istilah tokusatsu atau orang sering bilangnya sih toku.
Di sini tugas saya adalah sebagai penerang jalan kalian dan sebagai pencerah agar pikiran kalian luas dan pengetahuan bertambah *di timpukin pakai cinta*
Toku, biasanya sering tuh kan ada di pasar kaya toku obat, atau toku buku..
ITU TOKO!!
Ini serius nih.
Jadi tokusatsu, atau lengkapnya tokushu satsue, sebuah istilah bahasa Jepang yang artinya special photography yang mengacu pada special effects.
Dulu, toku sangat popular di Jepang. Tapi seiring berjalannya waktu, toku mulai di tinggalkan, bagaikan butiran debu yang tak tahu arah jalan pulang.
Banyak yang menilai kalau toku hanya di tujukan untuk anak-anak, padahal realitanya, dan saya sendiri juga setuju kalo toku itu lebih banyak memiliki cerita yang kompleks, mulai dari komplek pedesaan sampai komplek  perkotaan. *kembali di timpuk*
Ya, komplek dan sulit di pahami anak-anak. Layaknya diriku yang sulit memahami perasaanmu padaku. ( .___.)|
Bahkan toku sempat jauh tertinggal dari anime dan manga.
Tapi itu ga membuat perusahaan toku menyerah dan terus membuat perubahan agar membuat filmnya lebih lucu, menggairahkan dan menarik.

Toku pertama tayang pada dekade 50-an. Enathalah, apa yang di lakukan Presiden pertama kita waktu itu.
Saat film Godzilla rilis dan sukses, di sinilah menjadi titik balik dan banyak perusahaan toku membuat seperti serial Ultraman, Super sentai, Kamen Rider sampai kembali berkembang dengan macam-macam jenis seperti Metal Heroes, Serial Chouseishin, Henshin Heroes dan masih banyaklagi.

Yang pernah masuk ke Indoensia, setahu saya seperti Ultraman, Metal Heroes, Kamen rider, dan Super sentai. Mungkin orang-orang yang hidupnya era di atas masih banyak kali ya, jadi saya kurang tau kalo di atas dari tahun 94’an.

Nah, Eiji Tsuburaya (1901-1970) adalah salah satu tokusatsu kantoku terkenal di Jepang, dia nih yang ngeproduksi Godzilla dan Ultraman. Tsuburaya bukan artis FX pertama, tetapi beliau telah sukes ngebuat efek khusus di Jepang jadi hal yang beda banget.
Pas memproduksi suatu film yang mempertunjukkan makhluk-makhluk raksasa (seperti monster, superhero, alien, dan tenang kalian pembaca ga termasuk di sini kok.), Tsuburaya biasanya make teknik yang melibatkan maket miniatur yang canggih, dan untuk monsternya biasanya menggunakan stuntman dengan kostum monster (sekarang disebut “Suitmation”) atau boneka yang bisa diatur gerakannya (Mothra, Dogora, dan tenang kalian pembaca juga ga ada di bagian ini.). Walaupun sekarang sudah banyak efek khusus yang menggunakan efek digital, metode tokusatsu Tsuburaya tetap dipergunakan sampai sekarang, dan sudah menjadi tradisi tersendiri. Ya, mereka kayanya tetap ga mau ninggalin sesuatu yang ngebuat salah satu ciri khas dari toku itu sendiri. Keren lah ya.

Nah,untuk kostum Godzilla,mereka menggunakan latex, getah kental, seringkali mirip susu. Entahlah ini susu sapi atau susu beruang. Latek ini adalah yang dihasilkan banyak tumbuhan dan membeku ketika terkena udara bebas.
Gigi Godzilla pada awalnya dibuat dari kayu, tapi belakangan mulai digantikan oleh bahan resin. Kostum tersebut memiliki lubang kecil di leher yang memungkinkan sang aktor untuk melihat keluar. Bagian kepala dari kostum terdiri dari komponen mekanis yang bisa dikendalikan dari jauh untuk menggerakkan mata dan mulut. Wuihhh keren ya, untuk teknologi di era itu.

Nah,untuk jaman dulu, makai kostum Godzilla  adalah coba’an hidup. Soalnya panas boooo.
Rata-rata para actor Cuma sanggup make sekitar 3 menit, selain itu di ruangan juga belum ada AC. Hingga akhirnya studio berubah saat  film Godzilla 2000: Millennium, sebuah selang oksigen diselipkan ke dalam kostum Godzilla melalui lubang kecil di bagian ekornya, selang tersebut langsung terhubung ke bagian leher kostum Godzilla, sehingga sang aktor pemakai bisa bernapas lega. Selega buang gas di pagi hari yang segar.

Supaya bisa bersaing dengan produksi Hollywood nih, film tokusatsu harus mulai menggunakan CGI. Film Heisei Gamera sudah menggunakan CGI sebagai efek khusus. Film-film Godzilla terbaru juga sudah menggunakan teknik efek khusus CGI. Teknik ini memungkinkan Godzilla untuk berenang di dalam air seperti ikan paus. Sekarang sudah banyak film superhero yang menggunakan CG, mulai dari adegan Ultraman terbang di udara, adegan henshin Kamen Rider, hingga ke adegan robot raksasa di serial Sentai, semua sudah menerapkan CG. Bahkan sejak zaman dulu, efek khusus CG sederhana sudah digunakan untuk beberapa efek optikal, misalnya efek tembakan laser, peluru kendali, dan efek ledakan. Nah, ayo tepuk tangan lagi,boleh kok, ga ada yang larang.

Nah,setelah Godzilla, secara berangsur-angsur munculah banyak perusahaan yang memporduksi tokusatsu dengan gaya dan cerita masing-mansing dan bertahan hingga saat ini. Walaupun sampai sekarang masih ada yang memandang sebealah mata, tapi tetap banyak kalangan remaja ke atas masih ngikutin dan nikmatin semuanya. Termasuk saya. ( .___.)
Demikianlah review saya kali ini, semoga bisa menjadi penerang bagi mereka yang gelap, pemberi harapan bagi mereka yang sering di php dan menjadi pemuas nafsu.. Bagi mereka yang ga nafsu makan, karena sakit maksudnya. ( .___.)
Saya mohon undur diri, karena kalo mau maju ga bisa, ada tembok yang ngehalangin.*lalu di timpuk lagi*

Terima kasih buat wiki dan teman-teman di google yang ngebantu tulisan ini ya. Yeeeee. \(´▽`)/

 

 

Iklan

10 thoughts on “Yuk, Mengenal Apa Itu Tokusatsu

  1. duniaely 3 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

    aku malah baru tahu nih ttg tokusatsu … msh asing di telinga bhsnya 😛

    • Mario Christian 7 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

      Nah, setelah baca ini jadi tau dan ga asing lagi kan ? ^^

  2. Alifian Roses 3 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

    baru tahu nih, Tokusatsu…

  3. arip 4 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

    Jadi inget pas sd sering nonton satria baja hitam sore2 kalau habis ngaji. :mrgreen:
    Awas ada gorgom.. ah masa yg bahagia.

    • Mario Christian 7 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

      Nah, itu juga termasuk toku bro. :3
      Masa-masa kecil yang indah ya.

  4. yellowsfellows 5 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

    Toku. Namanya unyu ya. Haha 😀

Berkomentarlah, selama itu masih gratis

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: