Hujan

Hujan.
Membuatku merasa nyaman, tenang dan sejuk. Rasa malas yang semakin menggunung  dan dingin yang menusuk semakin membuatku jatuh cinta dengan hujan. Meskipun terkadang hujan membuat beberapa orang diluar sana mengucap sumpah serapah karena mereka basah kuyup.  Kadang hujan membawa riang canda dan senyum bagi anak-anak yang bermain diluar sana. Hujan juga bisa menjadi pembatal sebuah janji. Bahkan hujan bisa menjadi peluang rejeki bagi mereka para ojek payung.
Tapi untuk sekarang, biarkanlah mereka dengan urusan mereka.
Cukup hanya aku, hujan, dan jendela sebagai pembatas.
Biar kan aku menikmati kenyamanan ini, melihat dunia segar yang lebih basah dan sejuk. Biarkan aku menikmati hujan untuk sesaat, walau hanya di dalam imajinasiku, yang tak pernah berhenti bermain, bahkan tak pernah mau membiarkan hujan ini reda dan pergi menjauh meninggalkan pelangi indah di belakangnya. Aku menyukai pelangi, tapi tidak dengan hujan, aku mencintainya. Berikan aku dan imajinasiku waktu untuk sesaat menikmati indahnya hujan sampai aku bisa menghitung seluruh jumlah tetesan yang jatuh. Mustahil memang.

Ada doa di balik hujan, ada harapan ditengah hujan dan bahkan ada rindu untuk hujan,begitu juga kenangan bersama hujan. Hujan mempunyai kisahnya masing-masing, lengkap dengan drama indah di dalamnya.
Aku merindukan hujan lebih dari sekedar kalimat yang bisa ku ungkapkan.
Aku melihat hujan layaknya tawa para anak kecil yang tumpah saat mereka menikmati dunia mereka.

Hujan memang terasa berbeda untukku. Suaranya yang menjatuhi genteng, genangannya, bahkan aroma tanah yang basah terkena hujan, sangat khas, ya walaupun aku tetap tidak ingin hujan ini pergi begitu saja.
Aroma rumput yang basah menjadi pemandangan indah di sore hari. Diriku tetap terdiam di balik jendela. Hanya bisa terbuai dengan indahnya butiran-butiran air yang turun, menjadi hiasan indah di balik jendelaku.
Membuat perasaan ini penuh tertata rapi didalamnya bersama hujan dan waktu yang terus berjalan membuatku terbang, terjebak di ruang dan dimensiku sendiri dengan penuh rasa rindu.

Iklan

6 thoughts on “Hujan

  1. indarmeliananursin 8 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

    suka sama hujan juga ternyata 😀

    • Mario Christian 10 Mei 2013 pukul 00:34 Reply

      Yup, hujan itu menenangkan. 🙂

      • indarmeliananursin 11 Mei 2013 pukul 00:34

        dan menegangkan #efekjemuranbasah

      • Mario Christian 13 Mei 2013 pukul 00:34

        Jemur lagi kalo basah (“–) kan takut besoknya ga tau pakai apa.

  2. veera 6 Agustus 2013 pukul 00:34 Reply

    wah. kalo di bogor pasti rio betah 🙂
    di bogor ujan tiap hari nih ^^

    • Mario Christian 9 September 2013 pukul 00:34 Reply

      Iyadong, kota hujaannn~
      ngomong-ngomong, lama ga keliatan Ver.

Berkomentarlah, selama itu masih gratis

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: