Damn, I Miss you.

Gambar

Aku pun mencicip kopi pertama di minggu pagi, menggigit lembutnya roti berselimut selai di atasnya.
Di balik kopi terselip rasa rindu yang bersembunyi malu dan mengalir deras menuruni tenggorokan, manis selai yang berlapis menghujani lidah sudah cukup menjelaskan bagaimana rasaku untukmu, dan roti yang empuk ini telah menjawab bahwa aku perlu pundakmu untuk sekedar bersandar melepas penat rindu.

Tiap pagi mempunyai rasa yang berbeda tapi selalu datang dengan cara yang sama.
Tiap pagi di sambut dengan banyak emosi tapi selalu memulai dengan hal yang sama.
Setiap rasa rindu bermula dari hal kecil, tapi selalu dimulai dengan entah apa yang harus di lakukan.
Setiap rasa rindu bisa datang kapan saja, tapi selalu menghasilkan rasa yang sama.

Ribuan rasa menghujam, jutaan ingin menghajar.
Ada kata berserak berharap seseorang datang dan merangkai aku-rindu-kamu.

Iklan

Berkomentarlah, selama itu masih gratis

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: