Fenomena Fans 48

i-m-wota-and-i-know-itAkhir-akhir ini, ah bukan, tapi sudah beberapa lama ini. Fenemona ‘reds’ ini sudah menyebar di Indonesia. Kebanyakan yang suka sih laki-laki, tapi perempuan juga ada. Anak kecil juga ga terlewat, apalagi para om-om. Saya pribadi sih bersyukur karena bisa mengenal fenomena ini di saat umur seperti ini, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu ke-om-om-an. HAHAHAHAHAHA. Siapa sih yang ga kenal girlband idol group JKT48 bersama hal-hal unik di dalamnya. Mulai dari banyaknya personel saat manggung, para fansnya, dan hebatnya mereka lip sync. *kaboorrrr*.
JKT48, adalah salah satu sister grup pertama dari AKB48 yang berada di luar Jepang. Oke, saya ga akan terlalu jauh sih ngejelasin asal muasal atau menjelajahi lebih dalam tentang yang ini.. karena saya lebih tertarik untuk mendalami yang itu..

Iya, para fansnya.
Idolanya boleh sama, tapi para fansnya yang berbeda.
Apalagi mereka yang “totally die hard fans”, hhmmm. Tapi yang akan saya tulis di sini tentang die hard fans dengan tipe wotalay dan zombie ya. Sebenarnya masih banyak istilah-istilah lain yang entah darimana datangnya, seperti wotalim, wotajir,fans layar kaca, skyman dan masih banyak lainnya.
Mereka sendiri (beberapa fans jeketi), biasanya senang jika di sebut wota.
Nah wota itu sendiri sebenarnya ga bedajauh artinya dari otaku. Mereka yang benar-benar freak dengan idol atau sesuatu yang mereka sukai. Sebenarnya, di Jepang sendiri orang yang di kasih gelar wota/otaku adalah orang yang sering di pandang aneh. Mereka sendiri disana malah ga mau sampai di kasih gelar-gelar wota/otaku. Para wota/otaku di Jepang kebanyakan kurang pergaulan dan teman, lebih tertutup, mereka lebih senang berdiam diri di kamar bersama koleksi dan koneksi internet yang menghubungkan mereka dengan idola atau sesuatu yang mereka gemari. Mereka juga tidak terlalu perduli sama dunia luar bahkan penampilan, parahnya lagi mereka rela mengeluarkan uang yang engga sedikit demi barang atau swag-swag idol dan sesuatu yang mereka gemari. Kalau di Indonesia ? Ya hampir ga beda jauh lah.Tapi bedanya ya itu tadi, mereka lebih senang mendapat gelar wota dan mereka lebih menunjukan diri dan berharap orang lain tau kalau mereka wota. Ya wota-wota tipe ini emang menarik dan unik. Saking uniknya, mereka ga mau idolnya di ejek, terlalu mau tau privasi idola, mention para idolanya terus menerus padahal udah tau ga dibalas tapi tetap aja ngemention. Bahkan, ada yang rela ga sekolah demi theater atau ikut nonton live. Ngeri bet kan.
Kadang, kalau liat mereka saya jadi bingung bedanya antara mengidolakan dan menuhankan.

“Pasukan merah” ini, biasanya sih para abg labil kebanyakan, dan jomblo sih. Sering pakai baju merah, pakai masker, dan bawa tas. Biasanya di dalam tas lengkap dengan pernak-pernik yang berhubungan dengan idola mereka. Biasanya mereka mudah sekali di temukan berkeliaran di sarang mereka di f(x) Sudirman. Akun, foto dan info jejaring sosial mereka juga pasti ga jauh dengan sesuatu yang berhubungan dengan idola mereka. Apalagi mereka para fans yang sekaligus berprofesi sebagai gamer, udah pasti itu, udah pasti karakternya ga jauh dari nama idolanya atau engga angka 48.
Ah satu lagi, mereka juga banyak yang bau ketek..
Saya sendiri juga masih penasaran sama apa isi otak mereka yang lebih mementingkan kepuasan liat idola tampil daripada memperhatikan kebersihan diri sendiri. Para fans ini sepertinya harus mengenal dulu dengan yang namanya mandi.
Atau mungkin nanti saya akan coba buka toko parfum sama deodorant di dekat theater, pasti laku keras.

Sebenarnya nulis post ini saya agak takut di serang sama mereka. :”((((((
Tapi biarlah, tanpa mereka fenomena ini ga akan seasik ini. Tapi kalau kebanyak mereka juga susah. Makin banyak bau ketek nyebarnya. . Oke.
Jadi sebenarnya, pelajaran yang bisa kita ambil dari tulisan ini adalah bahwa tidak semua yang bau ketek itu fans jekate. Oke maaf.
Yang bener tuh.. Kalian manusia, mereka juga manusia. Kecuali kalian bukan manusia, tidak usah melanjutkan baca tulisan ini. Mengidolakan sih boleh, tapi sadar diri juga kalau kalian juga, harus ingat sama dunia nyata.
Ingat sama sekolah, ingat sama isi dompet, ingat sama kejiawaan dan ingat kalau mereka ga akan begitu saja jadi pacar kalian meskipun kalian sudah beli banyak pernak pernik idola kalian dan theateran tiap hari, eh maaf.

Mendingan kaya saya, duduk diam depan laptop nunggu mereka ngetwit ngingatin makan sambil upload twitpic..
103

Iklan

9 thoughts on “Fenomena Fans 48

  1. Aldike Wandari 26 November 2013 pukul 00:34 Reply

    postingan nya cukup memberi ilmu 😀
    hahaha, temen ku cewek dan wota, sampai mau ijut audisi team T

    • Ka'mar 27 November 2013 pukul 00:34 Reply

      asik ya bisa bagi-bagi ilmu 😀 awas, itu wota kelas berat kayanya.

  2. deanova 27 November 2013 pukul 00:34 Reply

    dan biasanya para wota fanatik itu wajahnya sangar. cocoknya dengerin musik hardcore aja.

    • Ka'mar 27 November 2013 pukul 00:34 Reply

      tampang sama selera musik ga mesti harus sinkron kan ?

  3. heymiftah 27 November 2013 pukul 00:34 Reply

    Gue sih bukan wota, tapi itu dia, gue suka jeketi dan gue gak bolos sekolah buat ngelive atau nonton teater wakakka. satu lagi, gue gak bau ketek wakaka. Oh iya, malah awalnya gue mau ikut audisi gen 1. tapi karena satu hal dan lainnya, gue gak jadi wakakak.

    Ya namanya fans, sama aja kayak jatuh cinta. Apapun bisa lo lakuin tanpa ada rasa berat sedikitpun. Oh iya, menerut gue fans hardcore itu gak cuma WOTA doang kok, banyak fans barat yang kayak gitu. Malah sampe rela ngestalk idolanya sampe ketakutan.

    And well, Wota lebih sering ngejaga oshinya wakakaka. Tapi balik lagi ke pribadinya masing-masing wakakka

    Nice post!

    • Ka'mar 28 November 2013 pukul 00:34 Reply

      Syukurlah, berarti kamu termasuk fans yang normal, dan yang namanya dunia idol memang beginilah adanya, cheers.

      .

      • heymiftah 29 November 2013 pukul 00:34

        iya wakaka, anyway gue udah di dunia per-idolan udah 5 tahunan. Jadi yang kayak begituan mah biasa ajaa. 😀

  4. Armand Zeegha 27 November 2013 pukul 00:34 Reply

    wah. gua kurang suka tuh sama aliran musik K-POP
    dan gua kira WOTA adalah we own tight ***.
    ternyata bukan. hehe

    kalau berkenan, main ke blog gua juga ya

    • Ka'mar 28 November 2013 pukul 00:34 Reply

      Oh iya, ngomong-ngomong tulisan ini sama sekali ga bahas k(orean)-pop loh ya.

Berkomentarlah, selama itu masih gratis

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: