Salju yang merekam cerita

tumblr_m9wf50XlEa1r2vkvao1_500

‘Kau tau apa yang lebih manis dari teh sore ini ?’ Ujar seorang wanita di sebelahku.

‘Senyu..  Ah tidak. Aku lebih memilih buah yang masih menjadi anggota keluarga Rosaceae dan dari spesies Malus domestica. Buah yang akan matang 6-10 kali lebih cepat pada suhu kamar daripada disimpan di dalam lemari es.’ Balasku.

‘Cukup. Ini sudah terlalu sore untuk mu membagi-bagi pengetahuan yang serba kau ketahui.’

‘Lihatlah di balik jendela, semua benda putih dan indah itu. Tertarik untuk membawanya masuk dan menyimpannya sepanjang tahun ?’

‘Sepertinya aku lebih tertarik untuk memandangmu sepanjang waktu tanpa kedip dan membiarkan mu melewati bulan ini bersama dingin dalam pelukanku.’

Wanita yang masih tetap memandang kagum ke luar jendela kini memasang sarung tangan biru muda yang tampak lucu di tangannya yang mungil. Kemudian, segelas tes panas sore tu ia tiup perlahan dan menyebabkan lensa kacamatanya penuh embun.

‘Entah kenapa , aku selalu menyukai bulan keduabelas dalam Kalender Gregorian ini. Lautan benda putih di luar sana, dinginnya hawa yang menusuk serta akan banyaknya perna-pernik indah yang menghiasi tiap sudut Gereja kini makin terasa lengkap dengan hadirmu.’ Lanjut ku sembari membenarkan topi pelindung musim dinginnya yang tampak miring.’

‘Tertarik untuk keluar ?’ Ajak ku.

Dengan cepat wanita itu menggengam tanganku dan mencoba menyesuaikan langkah kakiku. Jalan luar berselimut pendah putih yang tebal  sangat membuat tampak berbeda. Uap yang terus menerus keluar dari mulut kami membuatnya terasa lengkap. Bangku taman yang masih penuh tertup salju semalam suntuk coba kami bersihkan mencoba duduk senyaman mungkin sembari menikmati sore yang makin beku.

‘Setahun lalu, aku tepat berada di bangku ini. Diam. Tanpa suara. Mengingat bahwa ada yang pergi, hilang tanpa jejak. Membiarkan salju mengguyur tubuhku dengan tiap butiran-butiran yang jatuh, membuat raga dan hati yang sama-sama menggigil saat itu. Hanya gonggongan anjing di ujung jalan yang ku ingat waktu itu, terus menggema dalam pikiran yang kosong. Bahkan susu coklat malam itu terasa hambar..’

‘Untuk apa mengingat sebuah kisah yang bahkan jika di jadikan buku pasti tak ada yang mau membacanya ulang.’ Ucap wanita di sebelahku dengan santai.

‘Ya.. Tapi kau lihat. Akhir dari cerita itu ada di sini, tepat di sebelahku. Akhir untuk sebuah awal. Awal yang bahkan jauh lebih manis dari perisa apel atau pun sesendok madu segar.’

‘Aku harap aku bukanlah sebuah alasan yang membuatmu diabetes nantinya.’

‘Jika itu ulahmu, aku selalu siap.’ Balasku santai.

Wanita itu cuma bisa tertawa pelan dan memukul kecil pundaku.

Salju mulai turun perlahan, jatuh menghantam bumi. Saling tatap yang tak pernah putus terus berlanjut dalam diam, tatapan yang salin tersimpan rasa hangat dan nyaman didalamnya seolah-olah membuatnya semuanya mencair di sekitar kami.
Entah apa yang terjadi, tapi saat itu terdengar jelas alunan lonceng yang terus berdentang bersama melodi yang lembut dan manis.

Iklan

4 thoughts on “Salju yang merekam cerita

  1. Armand Zeegha 1 Desember 2013 pukul 00:34 Reply

    keren bro cerpennya.
    terus asah kemampuan ya

    kalau ada waktu, main ke blogku juga ya

    • Ka'mar 3 Desember 2013 pukul 00:34 Reply

      Makasih ya bro.
      Sip, makasih juga udah berkunjung.

  2. Rian Nofitri 2 Desember 2013 pukul 00:34 Reply

    Ahh ini udah bagus! Coba bikin beberapa topik yang menyatu sama topik ini, terus nanti dibukukan, pasti keren! Kembangkan terus ya, ganbatte! 😀

    • Ka'mar 3 Desember 2013 pukul 00:34 Reply

      Makasih ya, nanti bakal coba lebih lagi.
      Amin deh bisa di jadikan buku, arigatou.

Berkomentarlah, selama itu masih gratis

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: