Kita dan Hujan

“Kau tau, meskipun aku sangat mencintai hujan tapi aku enggan menyebut diriku pluviophile.”

Wanita berambut pendek dengan bajunya yang sedikit basah itu menjulurkan tangan ke sisi luar yang tidak tertutup atap halte bus untuk merasakan dinginnya air hujan yang masih turun dengan deras. Wanita itu terus berbicara kepada seseorang di sebelahnya yang entah tidak perduli atau dia juga diam-diam memperhatikan setiap ocehan wanita di sebelahnya. Wanita itu bercerita panjang lebar, semua tentang ketertarikan dan hal-hal yang dia lakukan ketika hujan turun.
Di saat kehabisan kata-kata, wanita itu membongkar isi tas belanjaan yang tampak penuh di tangan kirinya, dia mengambil sebatang coklat dan menyodorkan untuk pria disebelahnya. Pria itu menggeleng, tanda menolak. Entah kali karena dia tidak begitu menyukai coklat atau dia terlalu waspada terhadap orang asing.
“Aku tidak tertarik dengan hujan..” Suara yang begitu berat terdengar jelas di telinga wanita itu. Baca lebih lanjut

Iklan

Game nintendo jadul yang ngangenin

0009fa5a_mediumjpeg

Yang namanya game emang gak ada habisnya, kecuali gamenya udah tamat, jadi habis deh.
Tapi ya, ngomong-ngomong soal game, setelah beberapa hari yang lalu habis mantengin timeline @abugetdotcom yang lagi seru ngebahas game-game jadul, saya jadi mau juga bagi-bagi beberapa game Nintendo jadul yang seru dan ngangenin. Lebih ngangenin dari mantan malahan.
Karena sudah sangat merajai permainan anak kecil pada eranya, sudah wajar lah game-game Nintendo ini ga bisa lepas dari ingatan dan bawaannya pengen balik main lagi.
Nah langsung aja nih beberapa  game jadul yang seru.. Dalam versi ka’mar ya. Muwehehehehe. Baca lebih lanjut

Salju yang merekam cerita

tumblr_m9wf50XlEa1r2vkvao1_500

‘Kau tau apa yang lebih manis dari teh sore ini ?’ Ujar seorang wanita di sebelahku.

‘Senyu..  Ah tidak. Aku lebih memilih buah yang masih menjadi anggota keluarga Rosaceae dan dari spesies Malus domestica. Buah yang akan matang 6-10 kali lebih cepat pada suhu kamar daripada disimpan di dalam lemari es.’ Balasku.

‘Cukup. Ini sudah terlalu sore untuk mu membagi-bagi pengetahuan yang serba kau ketahui.’

‘Lihatlah di balik jendela, semua benda putih dan indah itu. Tertarik untuk membawanya masuk dan menyimpannya sepanjang tahun ?’

‘Sepertinya aku lebih tertarik untuk memandangmu sepanjang waktu tanpa kedip dan membiarkan mu melewati bulan ini bersama dingin dalam pelukanku.’

Wanita yang masih tetap memandang kagum ke luar jendela kini memasang sarung tangan biru muda yang tampak lucu di tangannya yang mungil. Kemudian, segelas tes panas sore tu ia tiup perlahan dan menyebabkan lensa kacamatanya penuh embun.

‘Entah kenapa , aku selalu menyukai bulan keduabelas dalam Kalender Gregorian ini. Lautan benda putih di luar sana, dinginnya hawa yang menusuk serta akan banyaknya perna-pernik indah yang menghiasi tiap sudut Gereja kini makin terasa lengkap dengan hadirmu.’ Lanjut ku sembari membenarkan topi pelindung musim dinginnya yang tampak miring.’

‘Tertarik untuk keluar ?’ Ajak ku.

Dengan cepat wanita itu menggengam tanganku dan mencoba menyesuaikan langkah kakiku. Jalan luar berselimut pendah putih yang tebal  sangat membuat tampak berbeda. Uap yang terus menerus keluar dari mulut kami membuatnya terasa lengkap. Bangku taman yang masih penuh tertup salju semalam suntuk coba kami bersihkan mencoba duduk senyaman mungkin sembari menikmati sore yang makin beku.

‘Setahun lalu, aku tepat berada di bangku ini. Diam. Tanpa suara. Mengingat bahwa ada yang pergi, hilang tanpa jejak. Membiarkan salju mengguyur tubuhku dengan tiap butiran-butiran yang jatuh, membuat raga dan hati yang sama-sama menggigil saat itu. Hanya gonggongan anjing di ujung jalan yang ku ingat waktu itu, terus menggema dalam pikiran yang kosong. Bahkan susu coklat malam itu terasa hambar..’

‘Untuk apa mengingat sebuah kisah yang bahkan jika di jadikan buku pasti tak ada yang mau membacanya ulang.’ Ucap wanita di sebelahku dengan santai.

‘Ya.. Tapi kau lihat. Akhir dari cerita itu ada di sini, tepat di sebelahku. Akhir untuk sebuah awal. Awal yang bahkan jauh lebih manis dari perisa apel atau pun sesendok madu segar.’

‘Aku harap aku bukanlah sebuah alasan yang membuatmu diabetes nantinya.’

‘Jika itu ulahmu, aku selalu siap.’ Balasku santai.

Wanita itu cuma bisa tertawa pelan dan memukul kecil pundaku.

Salju mulai turun perlahan, jatuh menghantam bumi. Saling tatap yang tak pernah putus terus berlanjut dalam diam, tatapan yang salin tersimpan rasa hangat dan nyaman didalamnya seolah-olah membuatnya semuanya mencair di sekitar kami.
Entah apa yang terjadi, tapi saat itu terdengar jelas alunan lonceng yang terus berdentang bersama melodi yang lembut dan manis.

Ngeblog, cuma haus komentar atau memang hobby ?

blogging-meme Baca lebih lanjut

Bangun telat, tapi tetap bisa ngampus dengan aman.

2 Yang sudah punya gelar mahasiswa sama mahasiswi ayo kumpul sini dulu.
Yang sudah punya gelar mahasiswa sama mahasiswi tapi suka nanya pas dosen bilang “Ya ada pertanyaan ?” di menit-menit waktu pulang jangan kumpul di sini.
Yang sudah punya gelar mahasiswa sama mahasiswi tapi hobby bangun telat dan lambat kekampus, kalian ga salah ngebaca ini.

Ya sebagai mahasiswa yang hobby selalu bangun telat, dan sudah professional dalam mengatasinya, saya jadi merasa ga enak kalau ga bagi-bagi ilmu untuk sesama mahasiswa setipe saya.
Punya jadwal masuk pagi dan mau ga mau harus bangun pagi memang salah satu dari sekian banyak musuh mahasiswa , selain alarm pagi dan tanggal tua tentunya.
Nah,  jadi ini dia beberapa langkah-langkah  yang harus di siapkan dan dilakukan..
Ingat,  ini bukan cara supaya bisa bangun pagi, melainkan langkah supaya tetap bisa bangun telat tapi datang ke kampus tetap aman. Baca lebih lanjut